Senin, 08 Juni 2015

FAKTA TERSEMBUNYI DIBALIK AKADEMI KOMONITAS (AK)

Mungkin beberapa orang masih belum mengenal apa itu Akademi Komunitas (AK). Secara arti sederhana, AK adalah sebuah tingkat lembaga pendidikan tinggi yang berada dibawah naungan Dirjen Pendidikan Tinggi (DIKTI) dengan tujuan menyelenggarakan pendidikan vokasi bagi calon mahasiswa untuk gelar Diploma 1 (D1) dan Diploma 2 (D2). Untuk saat ini, kampus AK yang sudah ada di Indonesia adalah sebagai berikut:
  1. Akademi komunitas Tuban
  2. Akademi komunitas Lamongan
  3. Akademi komunitas Blitar
  4. Akademi komunitas Pacitan
  5. Akademi komunitas Situbondo
  6. Akademi komunitas Denpasar
  7. Akademi komunitas Banjarmasin
7 kampus AK di atas sudah berdiri dan beroperasi (menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar). Namun untuk sementara ini masih diampu oleh pengajar dari SMK di daerah tersebut sambil menunggu lulusan PPCPAK 2012 sebagai calon pendidik (dosen) AK.
Akademi Komunitas - Community College
Guna memberikan informasi yang lebih dalam mengenai apa itu AK, berikut ini saya sebagai peserta PPCPAK 2012 akan menyampaikan beberapa fakta-fakta tersembunyi dari AK.
  • AK adalah lembaga pendidikan 2 tahun di setiap kabupaten yg di siapkan oleh Kemdikbud  bersama komunitas, baik industri maupun masyarakat.
  • AK dapat meningkatkan jumlah masyarakat yang lulusan dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Karena Indonesia saat ini menjadi negara dengan tingkatan terendah dimana masyarakatnya banyak yang tidak sampai menempuh jenjang kuliah.
  • Dalam UU Nomor 12 tahun 2012 pasal 59, AK merupakan tingkat pendidikan tinggi di urutan ke enam –> (Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Politeknik, Akademi, dan Akademi Komunitas).
  • AK dibina oleh Politek atau Universitas atau Institut atau Industri.
  • AK menyelenggarakan pendidikan vokasi yang sinergi dengan dunia industri SMK/p4tk/blk/lembaga training mandiri.
  • Pendidikan vokasi lebih mengutamakan pada ketrampilan lulusan AK secara praktik riil.
  • AK akan menyajikan pendidikan dengan proporsi kurikulum 60% praktek industri dan 40% teori.
  • Pemerintah akan berusaha agar biaya kuliah di AK lebih murah dan terjangkau.
  • Lulusan AK (lulusan D2, 2 tahun kuliah/4 semester), dapat melanjutkan pendidikan di Politeknik hingga gelar D3 atau D4. Jadi tinggal melanjutkan jenjang kuliahnya saja, karena ijazah dari AK sudah pasti diakui oleh Politeknik sebagai perkuliahan yang sah.
  • Program studi (prodi) yang saat ini tersedia adalah Teknologi Informatika (TI), Pariwisata, Fesyen, Perkebunan, Alat Berat, Mekatronika, dan Akutansi.
  • AK didirikan di masing-masing kabupaten dengan membuka prodi yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah tersebut. Contohnya AK Bali, karena Bali adalah daerah pariwisata, maka akan dibuka prodi Pariwisata, Perhotelan, dsb.
  • Seiring berjalannya waktu, prodi tersebut akan teruh dikembangkan dan ditambah dengan prodi-prodi baru sesuai kebutuhan.
  • Tahun 2015, pemerintah mentargetkan didirikan 269 AK yang tersebar diseluruh kabupaten di Indonesia.
  • Mahasiswa AK bersumber dari lulusan SLTA/sederajat, karyawan, staf Pemda, Ibu-ibu rumah tangga, UKM.
  • Pola pembelajaran AK berupa tatap muka, praktek dan pembelajaran jarak jauh.
Sumber:
Tim pengembang Akademi Komunitas
Direktorat kelembagaan dan kerjasama
Direktorat jendral Pendidikan Tinggi
Gatot hp
Seameo Seamole

Tidak ada komentar:

Posting Komentar